SELAMAT DATANG DI BLOGGER SAYA http://warta-wirti.blogspot.co.id/ TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG by ALEXYNET

Thursday, April 14, 2016

Ternyata, rahasia pernikahan langgeng ada pada 2 hal ini!

Bagaimana cara Anda berkomunikasi dengan pasangan sehari-hari, apakah agresif atau murah hati, sangat mempengaruhi kualitas hubungan Anda di masa depan.


Mengapa ada begitu banyak orang bercerai? Apa yang menyebabkan pernikahan hancur? Psikolog Jhohn dan Julie Gottman melakukan sebuah penelitian kepada banyak pasangan -menikah maupun yang sudah bercerai- untuk memahami hal-hal dibalik kegagalan maupun keberhasilan hubungan mereka.
John dan Julie membuat sebuah "Laboratorium cinta", dimana 10 pasangan meghabiskan hari-hari mereka melakukan kegiatan seperti makan, memasak dan bersih-bersih, sementara itu para ilmuwan sosial menganalisa perilaku mereka terhadap satu sama lain. Pada akhir penelitian, para peneliti mengklasifikasikan pasangan menjadi dua kelompok, "Ahli dan Bencana."
Setelah 6 tahun pasangan tersebut dipanggil kembali. The Gottmans menemukan bahwa kelompok "ahli" tetap hidup bersama dengan bahagia, sementara pasangan yang termasuk kelompok "bencana" tidak lagi terikat dalam pernikahan atau hidup bersama - bahkan lebih menyedihkan. Dari hasil penelitian ini, para peneliti berkesimpulan bahwa ada dua kualitas utama ditemukan dalam hubungan para "ahli", yang menjadi kunci keberhasilan pernikahan mereka, yaitu: Kemurahan hati dan kebaikan.
Perilaku sederhana sewaktu menjawab pertanyaan sehari-hari sangat mempengaruhi kualitas hubungan Anda di masa depan. Apakah dilakukan dengan agresif atau dengan murah hati. Pertanyaan-pertanyaan seperti, "Apakah kamu melihat burung itu?" bisa menjadi pertanda bagi seorang istri untuk menunjukkan ketertarikan pada selera suaminya. Bertindak dengan murah hati dan kebaikan mampu menciptakan hubungan yang harmonis di antara kedua belah pihak. Tanggapan yang keras atau perilaku tidak menyenangkan ketika seorang pasangan mencoba untuk membagikan pengalamannya yang bermakna, menunjukkan bahwa segala sesuatu jauh lebih penting daripada hal-hal konyol yang diminati oleh pasangannya.
Penelitian tersebut juga mengemukakan bahwa ada dua hal yang dapat dipilih ketika masalah datang: Kita bisa memilih untuk memberikan tanggapan yang baik yang membuat kita tetap bersama sebagai pasangan, atau tanggapan keras yang akan memisahkan satu sama lain. Para "ahli" lebih memilih tanggapan yang murah hati, menciptakan sebuah hubungan dengan menunjukkan ketertarikan dalam kebutuhan emosional mereka. Hal-hal tersebut dilakukan dengan kebaikan dan kemurahan hati, menciptakan lingkungan yang saling menghargai dan penuh rasa syukur.Lain halnya dengan pasangan para "bencana" yang membangun lingkungan berdasarkan pada ketidakpuasan, selalu mencari-cari kesalahan dari pasangan dan melupakan hal-hal baik yang sudah pernah dilakukan.
Anda termasuk ke dalam kelompok yang mana?
Jika istri Anda pergi ke pasar dan membeli makanan, tetapi lupa untuk membeli pasta gigi, apakah Anda akan kesal padanya atau apakah Anda akan berterimakasih padanya untuk makanan yang telah dia beli? Pilihan Anda akan memberitahukan apa jenis hubungan Anda selama ini.
Penelitian tersebut telah menunjukkan bahwa dalam keadaan seperti seorang istri yang terlambat menghadiri janji makan malam, dapat dilihat oleh suaminya dalam dua cara berbeda: Dengan kemurahan hati atau keegoisan. Memfokuskan diri hanya pada kenyataan bahwa dia (istri) selalu terlambat dapat menyebabkan suami menjadi marah kepada istrinya. Alih-alih menjadi sabar dan pengertian, suami justru membuat pernyataan tidak sensitif dan melukai perasaan istrinya. Padahal mungkin, sebetulnya hanya terlambat karena sedang mempersiapkan kejutan sang suami.
John dan Julie Gottman setelah mempelajari elektroda pasangan tenyata juga menemukan bahwa kelompok pasangan "bencana" secara fisik dipengaruhi oleh pernyataan-pernyataan kritik dan menyakitkan dalam setiap percakapan dengan pasangannya. Mereka menemukan bahwa pasangan menikah dalam keadaan fisiologis yang sama, seolah-olah sedang berperang melawan seekor macan tutul. Di sisi lain, para kelompok "ahli" sangat santai dan tenang saat berkomunikasi dengan satu sama lain.
Kemurahan hati dan kebaikan mampu menyelamatkan hubungan pernikahan Anda. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebuah pernikahan yang sehat membutuhkan dosis harian dari kedua hal, yaitu kemurahan hati dan kebaikan - tidak hanya pada saat-saat tertentu saja. Jadi, Anda bisa mencoba untuk bersikap lembut dalam situasi di mana Anda cenderung untuk marah. Hindari ketersinggungan atau kemarahan sebelum Anda mengetahui keseluruhan cerita. Selalu berkonsentrasi pada tindakan positif pasangan Anda. Lakukan hal tersebut untuk membantu Anda dan pasangan menjadi bagian kelompok "ahli" dalam pernikahan dan memiliki sebuah hubungan yang panjang, penuh cinta dan abadi.

No comments:

Post a Comment