SELAMAT DATANG DI BLOGGER SAYA http://warta-wirti.blogspot.co.id/ TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG by ALEXYNET

Monday, February 15, 2016

Anak Anda demam? Hadapi tanpa kepanikan

  • Ketika anak mengalami demam kadang sulit bagi orangtua untuk berpikir secara jernih apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Oleh sebab itu, mengetahui apa yang menjadi penyebab demam akan mengurangi kecemasan dan membantu Anda mengatasi keadaan.



  • Apa yang menyebabkan anak mengalami demam?

    "Demam biasanya adalah sebuah indikasi adanya infeksi di dalam tubuh, ujar dr. L.I. Monica Sp.A.,M.biomed. Setiap orang memiliki "alat pengatur panas" yang bertugas mengatur suhu tubuhnya. Suhu tubuh manusia normal umumnya berkisar antara 35-37'C dan saat tubuh mendeteksi adanya infeksi atau terserang penyakit jenis tertentu, maka otak akan merespon dengan cara meningkatkan suhu tubuh untuk membantu mengatasi keadaan."
  • Menangani demam

    Mendeteksi demam tidak bisa dilakukan hanya dengan memeriksa daerah dahi, tetapi harus dilakukan dengan memeriksa kondisi suhu tubuh menggunakan thermometer. Walaupun saat ini ada banyak jenis thermometer yang dijual bebas di pasaran, namun orangtua disarankan agar menggunakan thermometer rectal (dubur) agar bisa mengetahui kondisi suhu tubuh dengan lebih akurat.
    Setelah Anda mengidentifikasi adanya demam, jika diperlukan Anda bisa mulai melakukan perawatan sesuai dengan usia anak dan gejala-gejala lain yang ditunjukkan. Meskipun mungkin secara naluriah Anda ingin segera membawa anak Anda ke dokter, tapi sebetulnya hal tersebut belum terlalu diperlukan, terutama jika anak Anda nampak masih baik-baik saja setelah demamnya turun.
  • Menurunkan demam

    Meskipun tidak setiap demam perlu perawatan, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membuat anak Anda merasa lebih nyaman. Coba berikan obat penuruh deman seperti Acetaminophen atau Ibuprofen. Pastikan Anda memberikan dosis sesuai anjuran dan jika anak Anda berusia di bawah dua tahun sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
    Dalam mengobati demam gunakan akal sehat Anda, Jangan mudah terpengaruh oleh saran dari orang lain untuk mengonsumsi ataupun bahkan melakukan perawatan dengan menggunakan metode-metode tradisional.
    Demam biasanya akan menyebabkan anak kehilangan banyak cairan, jadi berikan minum yang cukup untuk menghindarkannya dari dehidrasi dan lakukan kompres badan (disarankan menggunakan air hangat). Adapaun tanda-tanda anak mengalami dehidrasi meliputi menangis tapi tidak mengeluarkan air mata, mulut kering, penurunan output urin, dan kulit kering.
  • Kapan saatnya menghubungi dokter?

  • 1. Jika anak Anda berusia di bawah 3 tahun dan mengalami demam.

  • 2. Jika anak Anda nampak lesu, tidak responsif, menolak makan, mengalami ruam kulit, dan mengalami kesulitan bernafas.

  • 3. Jika ditemukan tanda-tanda dehidrasi seperti mulut kering, kelopak mata cekung, jarang kencing, dan sebagainya.

  • 4. Anak Anda mengalami demam selama beberapa hari.

  • 5. Anak Anda mengalami kejang-kejang

    Orangtua harus memahami bahwa demam yang dialami oleh seorang anak tidak selalu mengindikasikan penyakit serius. Dokter Monica menjelaskan, "Apa yang saya sampaikan kepada para orangtua ketika mereka menghubungi saya adalah (jangan panik). Demam bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan. Saya biasanya akan menanyakan terlebih dahulu kepada orangtua mengenai kondisi anak dan bagaimana perilaku mereka – apakah mereka berprilaku normal? Setelah itu kami dapat membahas bagaimana langkah selanjutnya untuk menurunkan demamnya." Dengan banyakanya kasus demam yang pernah saya tangani, setelah demam anak turun biasanya semua akan baik-baik saja, ujar dr. Monica.

No comments:

Post a Comment