SELAMAT DATANG DI BLOGGER SAYA http://warta-wirti.blogspot.co.id/ TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG by ALEXYNET

Tuesday, February 16, 2016

Kesalahan yang dilakukan orangtua dalam mengatur keuangan keluarga

Tetapi mau tidak mau hal ini harus kita lakukan demi menyelamatan keuangan kita setiap harinya. Pengaturan keuangan saat diperlukan dalam keluarga, hal ini dikarenakan banyak keperluan dan kebutuhan dalam keluarga yang harus segera dipenuhi.

  • Mengatur keuangan bukan merupakan pekerjaan yang mudah untuk dilakukan, perlu ketelitian dan kejelian dalam mengaturnya dan tidak semua orang bisa melakukannya. Tetapi mau tidak mau hal ini harus kita lakukan demi menyelamatan keuangan kita setiap harinya. Pengaturan keuangan diperlukan dalam keluarga, hal ini dikarenakan banyak keperluan dan kebutuhan dalam keluarga yang harus segera dipenuhi. Sempatkah Anda berpikir mengapa pengeluaran keluarga membengkak padahal anak masih kecil dan belum memperlukan kebutuhan yang begitu banyak? Untuk menjawab pertanyaan ini mari kita intropeksi diri mudah-mudahan kesalahan – kesalahan kita dalam mengatur keuangan keluarga bisa teratasi.
  • 1. Kurangnya diskusi dengan pasangan

    Wanita memang lebih dominan dan pandai dalam mengatur keuangan. Tak sedikit para istri menjadi seorang akuntan keluarga tanpa dibayar. Walaupun mereka memegang kendali dalam urusan keuangan dalam keluarga tidak ada salahnya jika mereka berdiskusi dengan pasangannya. Hal ini akan lebih bijak dan tidak mengandung unsur otoriter. Pasangan juga berhak tahu masalah keuangan dan pengeluaran keluarga, apalagi jika hal tersebut mengenai hal – hal yang penting yang harus didiskusikan bersama. Lebih baik beri tahu pada pasangan dalam pengelolaan keuangan keluarga untuk menghindari pertengkaran dan perselisihan.
  • 2. Selalu menghabiskan akhir pekan di luar rumah

    Siapa yang tidak mau menghabiskan akhir pekan dengan keluarga di luar rumah? Pasti semua orang meninginkannya. Tetapi sayangnya hal ini justru menjadi masalah dalam pengelolaan keuangan keluarga jika dilakukan dengan berlebihan. Bayangkan saja jika tiap akhir pekan kita pergi bersama keluarga, entah itu makan ataupun pergi liburan. Sudah berapa rupiah yang kita keluarkan untuk memuaskan keinginan tersebut, tentunya hal ini akan berdampak pada pengelolaan keuangan keluarga kita. Pergi menghabiskan akhir pekan dengan keluarga boleh – boleh saja, tetapi jangan sampai kegiatan ini mendatangkan dampak buruk bagi diri kita sendiri terutama keluarga kita.
  • 3. Kurangnya mengendalikan pengeluaran bagi kebutuhan anak

    Anak adalah sebuah titipan dari Tuhan yang perlu untuk dijaga dan dipelihara. Tetap banyak orangtua yang terlalu memanjakannya, memberikan semua hal apa yang dia mau. Mungkin ini adalah bentuk cinta orangtua kepada anaknya, tetapi sayangnya hal ini akan berdampak buruk pada keuangan kita dan juga karakter anak kita kelak. Tidak ada salahnya membelikan sesuatu kepada anak kita, tetapi perlu kita ketahui apakah hal tersebut merupakan sebuah kebutuhan atau hanya sebuah keinginan belaka. Dalam hal ini orangtua perlu menyadarinya, tetapi ada juga orangtua kesulitan menahan dirinya untuk itu. Kita perlu belajar untuk menahan diri kita dan berpikir rasional tentang memenuhi keperluan anak kita.
  • 4. Penyalahgunaan dana darurat

    Dalam pengelolaan keuangan pasti akan disisihkan dana darurat dari pemasukan. Hal ini untuk mengantisipasi adanya kebutuhan atau sebuah kejadian yang mendadak di luar perkiraan kita. Tetapi sayangnya dana darurat ini sering disalahgunakan fungsinya. "Tenang saja kan masih ada dana darurat", pemikiran inilah yang membuat kita dengan seenaknya membelanjakan uang kita. Hal ini yang harus dihindari memang, gunakan dana darurat itu sebagaimana mestinya. Jangan kita gunakan untuk membayar hutang atau menutupi kebutuhan yang lainnya.
  • 5. Terbiasa hidup serba mahal dan berkelas

    Terkadang apa yang kita inginkan tak sesuai dengan kenyataan. Memang tidak mudah untuk menolak nafsu untuk membeli barang – barang yang bermerkdan berkelas. Betul memang ada harga ada kualitas, tetapi tidak semua barang brandedmemiliki kualitas yang sesuai. Jika dahulu Anda suka membeli barang – barang berkelas, maka sekarang pikir – pikir dulu untuk membelinya. Apalagi sekarang sudah berkeluarga, jadi beli barang yang manfaatnya sama dan disesuaikan dengan kemampuan kita.
  • 6. Tidak menyisihkan uang untuk tabungan

    Tidak ada ruginya jika kita menabung, dengan menyisihkan sebagian pendapatan kita. Sebagai orangtua kita patut memiliki tabungan untuk masa depan anak, karena semakin besar anak kita tumbuh maka kebutuhannya juga semakin bertambah. Tabungan juga dapat berfungsi seperti dana darurat yang sewaktu – waktu dapat kita ambil untuk keperluaan kita.

No comments:

Post a Comment