SELAMAT DATANG DI BLOGGER SAYA http://warta-wirti.blogspot.co.id/ TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG by ALEXYNET

Friday, February 26, 2016

Risiko Si Kecil Pemilih Makanan (Picky Eater)


Makanan yang kita makan mengandung berbagai nutrisi yang masing-masing memiliki fungsi atau manfaat yang berbeda pada tubuh. Beda jenis makanan, beda pula tingkat konsentrasi nutrisinya. Susu kaya akan kalsium, sayuran hijau mengandung zat besi, daging dan telur merupakan sumber protein yang baik. Jika ada jenis makanan tertentu yang hilang dari pola makan akan menyebabkan tubuh mengalami kondisi kekurangan nutrisi. Sebagai contoh, jika Si Kecil menghindari susu, maka ia akan kehilangan sumber kalsium. Apabila si Kecil menolak untuk makan buah-buahan dan sayuran dalam kurun waktu lama, maka si Kecil akan mengalami kekurangan vitamin dan mineral yang akan menyebabkan anemia atau kekurangan vitamin A. Untuk alasan tersebut, maka perlu diperhatikan pola makan lengkap dan sehat untuk Si Kecil.
Kebiasaan Makan yang Buruk
Penelitian menunjukkan bahwa, waktu yang baik untuk mengembangkan kebiasaan makan yang sehat terjadi selama masa kanak-kanak. Ini adalah saat dimana Si Kecil mengalami peningkatan akan selera makannya. Pilih-pilih makanan pada tahap ini dapat menyebabkan Si Kecil terbiasa untuk menghindari berbagai jenis makanan seperti susu, sayuran, ikan, buah-buahan dan lainnya yang bisa berdampak untuk Si Kecil Pemilih Makanan.
Kurangnya Nafsu makan
Si Kecil Pemilih makanan biasanya makan dalam porsi kecil dan memiliki nafsu makan yang buruk. Hal ini, dalam beberapa kasus, menyebabkan retardasi pertumbuhan, kurangnya daya ingat dan konsentrasi, serta memiliki sistem imun yang kurang baik. Kekurangan zat besi dan zinc (seng) berkaitan erat dengan penurunan nafsu makan pada Si Kecil Pemilih Makanan. Peneliti telah mengamati bahwa suplementasi zat besi dan zinc (seng) dapat meningkatkan nafsu makan dan menunjang pertumbuhan yang baik. Oleh karena itu, Anda sebagai orang tua, harus mendorong Si Kecil untuk makan makanan yang kaya akan zat besi seperti sayuran hijau, kuning telur, dan daging merah seperti daging-dagingan (sapi, ayam dan ikan).
Karies gigi
Setelah pergantian dari gigi susu ke gigi tetap merupakan saat penting bagi si Kecil untuk belajar merawat gigi, sehingga gigi tetap si Kecil dalam keadaan baik selamanya. Si Kecil Pemilih Makanan akan lebih memilih untuk makan makanan manis seperti coklat dan permen yang dapat menyebabkan masalah gigi seperti gigi berlubang. Si Kecil harus diajarkan untuk menyikat gigi sejak gigi pertama tumbuh dan menjaga kebersihan mulut untuk membantu menjaga gigi tetap dalam kondisi baik.
Rendahnya Tingkat Energi
Masa kanak-kanak adalah masa belajar dan eksplorasi. Untuk dapat mengeksplorasi hal-hal baru, Si Kecil harus sehat dan aktif. Untuk menjadi aktif, Si Kecil membutuhkan pasokan yang energi yang cukup, yang dapat dipenuhi dari pemberian nutrisi yang baik. Si Kecil yang tidak mendapatkan asupan makanan yang tepat dan baik akan menyebabkan si Kecil kurang aktif dan lamban. Ia akan mudah lelah dan kurangnya minat dalam olah raga dan aktifitasnya. Penelitian menunjukkan bahwa, anak-anak yang mendapatkan sarapan dapat beraktifitas lebih aktif dan waspada dibandingkan dengan anak yang tidak sarapan. Untuk itulah, berikan Si Kecil sarapan yang baik dan makanan ringan yang sehat, juga makan siang untuk memberikan energi yang cukup sepanjang hari.
Si Kecil Pemilih Makanan mungkin lebih suka makanan yang banyak mengandung lemak dan energi yang menyebabkan Si Kecil rentan mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Obesitas disebabkan karena mengkonsumsi kalori berlebihan. Si Kecil yang mengalami obesistas biasanya akan tumbuh menjadi orang dewasa dengan masalah kegemukan juga. Ingat, kegemukan dapat menyebabkan banyaknya penyakit dikemudian hari.
Rendahnya Sistem Imun
Nutrisi memiliki efek mendalam pada fungsi kekebalan tubuh dan ketahanan terhadap infeksi. Malnutrisi energi protein dan kekurangan vitamin A sangat terkait dengan imunitas dan perkembangan penyakit menular. Vitamin A berperan penting menjaga permukaan mukosa. Bukti terbaru menunjukan bahwa mekanisme pertahanan tubuh dipengaruhi oleh vitamin A. Perlu diketahui, Vitamin E juga melindungi dan meningkatkan pertahanan tubuh terhadap infeksi penyakit.
Pada anak-anak yang mengalami kekurangan zinc (seng) dapat mengalami diare dan infeksi saluran pernapasan. Suplementasi zinc secara baik dapat meningkatkan imunitas pada anak-anak penderita gizi buruk.
Vitamin dan mineral yang dapat diperoleh dari buah-buahan, daging dan sayuran berguna untuk membangun sistem imun anak. Seorang anak dengan status gangguan gizi dapat dipastikan memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, hal ini dapat menyebabkan kerentanan tubuh terhadap infeksi penyakit.

No comments:

Post a Comment